Sabtu, September 5, 2026

Saat Api Merenggut Rumah,Gotong Royong Pramuka Hadir Untuk Memulai

MUARASABAK,(Seputar Jambi)— Bagi korban kebakaran di Desa Lagan Tengah dan Kelurahan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kehilangan bukan hanya tentang rumah yang hangus terbakar. Bersamaan dengan itu, mereka juga kehilangan harta benda, tempat berlindung, serta bagian dari kehidupan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Namun, di tengah situasi sulit tersebut, dukungan datang dari berbagai pihak. Salah satunya melalui Gerakan Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tanjabtimur bersama sejumlah Kwartir Ranting (Kwaran) menggalang kepedulian untuk membantu warga terdampak kebakaran. Dari gerakan tersebut terkumpul donasi sebesar Rp152.139.000.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk material bangunan dan bantuan konsumtif kepada para korban.

Penggalangan bantuan melibatkan Kwaran Sadu, Mendahara, Nipah Panjang, Geragai, Rantau Rasau, Muara Sabak Barat, Berbak, Muara Sabak Timur, Kuala Jambi, serta Kwarcab Tanjabtimur.

Di Desa Lagan Tengah, bantuan material diberikan untuk mendukung pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

Sebanyak 32 kodi seng disalurkan kepada delapan rumah. Masing-masing rumah menerima empat kodi seng.

Selain material bangunan, sebanyak 12 korbanmemperoleh bantuan konsumtif masing-masing senilai Rp2,9 juta.

Bantuan serupa juga diberikan kepada korban kebakaran di Kelurahan Nipah Panjang.

Sebanyak 11 rumah mendapatkan bantuan berupa total 44 kodi seng, dengan masing-masing kepala keluarga menerima empat kodi.

Besaran bantuan lainnya disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.

Korban dengan rumah rusak berat mendapatkan bantuan konsumtif Rp2,9 juta. Sementara tiga kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang menerima bantuan rehabilitasi Rp1 juta serta bantuan konsumtif Rp1 juta.

Sedangkan satu kepala keluarga dengan rumah rusak ringan memperoleh bantuan perbaikan Rp500 ribu dan bantuan konsumtif Rp1 juta.

Pola penyaluran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing korban agar bantuan yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bagi korban, kehadiran bantuan tersebut tidak sekadar meringankan kebutuhan setelah kebakaran. Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi dorongan moral untuk kembali menata kehidupan.

Salah seorang korban, Desi, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Gerakan Pramuka Tanjabtimur.

Ia menilai bantuan tersebut memberikan arti penting bagi keluarga korban yang tengah berusaha bangkit dari musibah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya untuk membantu memperbaiki rumah, tapi juga memberikan semangat bagi kami untuk kembali bangkit dan memulai kehidupan.”

Di sisi lain, Kamabicab Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Bupati Dillah Hikmah Sari, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur organisasi dalam merespons persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa bencana tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah. Organisasi kemasyarakatan juga memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Kita harus terus solid dan kompak ketika masyarakat membutuhkan. Setiap organisasi diharapkan memiliki peran dalam membantu sesama, terutama saat masyarakat tertimpa musibah dan bencana.”

Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya diukur melalui aktivitas dan program kerja, tetapi juga melalui manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Kwarcab Pramuka Tanjung Jabung Timur, Ulfi Rahmad.

Ia menegaskan, Pramuka harus mampu menunjukkan keberadaannya melalui aksi nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.

“Pramuka bukan hanya simbol. Pramuka harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan. Inilah bentuk nyata kepedulian kita. Apa yang kita kumpulkan memang tidak akan menggantikan seluruh kerugian korban, tetapi setidaknya bisa meringankan beban dan memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit.”

Ulfi juga mengapresiasi seluruh Kwaran dan pengurus yang ikut bergerak mengumpulkan donasi.

Menurutnya, capaian donasi lebih dari Rp152 juta merupakan hasil dari kebersamaan dan gotong royong seluruh jajaran Pramuka di Tanjung Jabung Timur.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kwaran dan para pengurus yang sudah bekerja keras. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi hasil gotong royong. Semoga apa yang kita lakukan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah.”

Bagi korban kebakaran, bantuan tersebut mungkin belum mampu mengembalikan seluruh yang telah hilang. Rumah dan harta benda yang terbakar tidak dapat kembali dalam sekejap.

Tetapi dari bantuan itu muncul satu hal yang tidak kalah penting: keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.

Ketika api telah padam dan yang tersisa adalah puing-puing, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kekuatan untuk memulai kembali.

Dan melalui gerakan gotong royong tersebut, Pramuka Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya tentang kegiatan organisasi, tetapi tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan.(Red)

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-includes/functions.php:5581) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 455
Saat Api Merenggut Rumah,Gotong Royong Pramuka Hadir Untuk Memulai - Seputar Jambi
Sabtu, September 5, 2026

Saat Api Merenggut Rumah,Gotong Royong Pramuka Hadir Untuk Memulai

MUARASABAK,(Seputar Jambi)— Bagi korban kebakaran di Desa Lagan Tengah dan Kelurahan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kehilangan bukan hanya tentang rumah yang hangus terbakar. Bersamaan dengan itu, mereka juga kehilangan harta benda, tempat berlindung, serta bagian dari kehidupan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Namun, di tengah situasi sulit tersebut, dukungan datang dari berbagai pihak. Salah satunya melalui Gerakan Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tanjabtimur bersama sejumlah Kwartir Ranting (Kwaran) menggalang kepedulian untuk membantu warga terdampak kebakaran. Dari gerakan tersebut terkumpul donasi sebesar Rp152.139.000.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk material bangunan dan bantuan konsumtif kepada para korban.

Penggalangan bantuan melibatkan Kwaran Sadu, Mendahara, Nipah Panjang, Geragai, Rantau Rasau, Muara Sabak Barat, Berbak, Muara Sabak Timur, Kuala Jambi, serta Kwarcab Tanjabtimur.

Di Desa Lagan Tengah, bantuan material diberikan untuk mendukung pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

Sebanyak 32 kodi seng disalurkan kepada delapan rumah. Masing-masing rumah menerima empat kodi seng.

Selain material bangunan, sebanyak 12 korbanmemperoleh bantuan konsumtif masing-masing senilai Rp2,9 juta.

Bantuan serupa juga diberikan kepada korban kebakaran di Kelurahan Nipah Panjang.

Sebanyak 11 rumah mendapatkan bantuan berupa total 44 kodi seng, dengan masing-masing kepala keluarga menerima empat kodi.

Besaran bantuan lainnya disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah.

Korban dengan rumah rusak berat mendapatkan bantuan konsumtif Rp2,9 juta. Sementara tiga kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang menerima bantuan rehabilitasi Rp1 juta serta bantuan konsumtif Rp1 juta.

Sedangkan satu kepala keluarga dengan rumah rusak ringan memperoleh bantuan perbaikan Rp500 ribu dan bantuan konsumtif Rp1 juta.

Pola penyaluran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing korban agar bantuan yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Bagi korban, kehadiran bantuan tersebut tidak sekadar meringankan kebutuhan setelah kebakaran. Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi dorongan moral untuk kembali menata kehidupan.

Salah seorang korban, Desi, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Gerakan Pramuka Tanjabtimur.

Ia menilai bantuan tersebut memberikan arti penting bagi keluarga korban yang tengah berusaha bangkit dari musibah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya untuk membantu memperbaiki rumah, tapi juga memberikan semangat bagi kami untuk kembali bangkit dan memulai kehidupan.”

Di sisi lain, Kamabicab Pramuka Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Bupati Dillah Hikmah Sari, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur organisasi dalam merespons persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa bencana tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah. Organisasi kemasyarakatan juga memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Kita harus terus solid dan kompak ketika masyarakat membutuhkan. Setiap organisasi diharapkan memiliki peran dalam membantu sesama, terutama saat masyarakat tertimpa musibah dan bencana.”

Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya diukur melalui aktivitas dan program kerja, tetapi juga melalui manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Kwarcab Pramuka Tanjung Jabung Timur, Ulfi Rahmad.

Ia menegaskan, Pramuka harus mampu menunjukkan keberadaannya melalui aksi nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.

“Pramuka bukan hanya simbol. Pramuka harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan. Inilah bentuk nyata kepedulian kita. Apa yang kita kumpulkan memang tidak akan menggantikan seluruh kerugian korban, tetapi setidaknya bisa meringankan beban dan memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit.”

Ulfi juga mengapresiasi seluruh Kwaran dan pengurus yang ikut bergerak mengumpulkan donasi.

Menurutnya, capaian donasi lebih dari Rp152 juta merupakan hasil dari kebersamaan dan gotong royong seluruh jajaran Pramuka di Tanjung Jabung Timur.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kwaran dan para pengurus yang sudah bekerja keras. Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang, tetapi hasil gotong royong. Semoga apa yang kita lakukan ini memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah.”

Bagi korban kebakaran, bantuan tersebut mungkin belum mampu mengembalikan seluruh yang telah hilang. Rumah dan harta benda yang terbakar tidak dapat kembali dalam sekejap.

Tetapi dari bantuan itu muncul satu hal yang tidak kalah penting: keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.

Ketika api telah padam dan yang tersisa adalah puing-puing, kepedulian masyarakat menjadi salah satu kekuatan untuk memulai kembali.

Dan melalui gerakan gotong royong tersebut, Pramuka Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya tentang kegiatan organisasi, tetapi tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan.(Red)

Discussion about this post

Recent News