Rapat yang berlangsung di gedung Sekolah Rakyat itu melibatkan Tim Transisi Pemkab Tanjung Jabung Timur, Balai Wilayah Sumatera VI Provinsi Jambi, tenaga pendidik, kontraktor pelaksana, serta pihak terkait lainnya. Selain membahas progres pembangunan, peserta rapat juga mengevaluasi kesiapan ruang kelas, asrama, ruang makan, hingga sarana penunjang untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai rencana.
Vice Principal Sekolah Rakyat Tanjung Jabung Timur, Hendra Permana, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan bangunan sekolah secara fungsional telah siap dimanfaatkan. Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyempurnaan, seluruh fasilitas utama dinilai telah memenuhi kebutuhan awal penyelenggaraan pendidikan berasrama.
“Secara fungsional seluruh fasilitas sudah siap. Ruang belajar, asrama, air bersih, hingga pasokan listrik telah tersedia dengan dukungan Kementerian PUPR. Sesuai hasil rapat, tanggal 30 Juli siswa mulai masuk, sedangkan MPLS akan dimulai pada 31 Juli,” kata Hendra.
Ia menjelaskan, sebanyak 270 siswa akan mulai memasuki lingkungan Sekolah Rakyat pada 30 Juli melalui kegiatan open house. Jumlah tersebut terdiri atas 30 siswa jenjang sekolah dasar (SD), 120 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 120 siswa sekolah menengah atas (SMA).
Menurut Hendra, kegiatan open house juga menjadi momentum bagi orang tua untuk mengenal sistem pendidikan di Sekolah Rakyat. Dalam kegiatan itu, pihak sekolah akan memberikan penjelasan mengenai pola pendidikan berasrama, tata tertib, serta hak dan kewajiban peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Sekolah Rakyat, Marchel, menyebut progres pembangunan fisik kini memasuki tahap akhir atau finishing. Beberapa pekerjaan penyempurnaan masih berlangsung, namun tidak mengganggu kesiapan fasilitas utama yang akan digunakan saat MPLS.
Ia menambahkan, penyelesaian seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung pada Agustus mendatang sehingga seluruh sarana dan prasarana sekolah dapat berfungsi secara optimal.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap pelaksanaan MPLS hingga dimulainya tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat dapat berlangsung lancar. Kehadiran sekolah berasrama tersebut juga diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat di daerah.(red)
Discussion about this post