Rabu, Oktober 28, 2026

Dari Kawasan Rawan Menuju Kampung Produktif, BNNK Tanjung Jabung Timur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Pembangunan lingkungan yang aman dan bebas narkoba membutuhkan lebih dari sekadar upaya pencegahan dan penegakan hukum. Penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesadaran sosial, serta keterlibatan aktif warga menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan lingkungan terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Semangat tersebut diwujudkan melalui program Transformasi Tata Kelola Kawasan Rawan Narkoba melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dalam Mendukung Program Desa Bersinar di Kelurahan Kampung Laut/Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Program ini diarahkan untuk mendorong perubahan kawasan yang memiliki kerawanan narkoba menjadi lingkungan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur, AKBP Kristian Adi Wibawa, S.P., M.H., menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Upaya mewujudkan kampung bersih narkoba dinilai perlu dibangun melalui kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai kelompok sosial yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi salah satu pendekatan untuk membuka peluang baru bagi masyarakat. Pengembangan keterampilan, optimalisasi potensi lokal, pendampingan usaha, dan penumbuhan semangat kewirausahaan diharapkan mampu mendorong lahirnya aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi, tetapi juga didorong agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Ketersediaan ruang bagi kegiatan positif menjadi penting, terutama bagi generasi muda, agar mereka dapat menyalurkan kreativitas, membangun kemandirian, dan meraih peluang masa depan tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Pemberdayaan ekonomi juga diharapkan dapat memperkuat fondasi sosial masyarakat. Ketika warga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui kegiatan yang bermanfaat, terbuka pula peluang untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, saling mendukung, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Selain penguatan ekonomi, edukasi mengenai bahaya narkotika tetap menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program. Pemahaman masyarakat perlu terus ditingkatkan, mulai dari mengenali dampak penyalahgunaan narkoba hingga menumbuhkan kepedulian terhadap potensi peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.

Keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan melindungi generasi muda. Komunikasi yang terbuka, pengawasan yang proporsional, serta pendampingan terhadap aktivitas anak dan remaja dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga. Di sisi lain, tokoh masyarakat dan pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan warga.

Partisipasi masyarakat juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan, keberanian melaporkan dugaan tindak pidana melalui saluran resmi, serta dukungan terhadap kegiatan pencegahan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

Transformasi kawasan rawan narkoba memerlukan tata kelola yang partisipatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi fondasi untuk memastikan bahwa program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata.

Keterlibatan warga dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan menjadi unsur penting dalam membangun rasa memiliki terhadap program. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil peran sebagai pelaku utama perubahan, bukan sekadar penerima manfaat.

Keberhasilan program juga perlu didukung oleh pengembangan usaha masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta evaluasi terhadap perkembangan partisipasi warga dan kondisi lingkungan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat dampak pemberdayaan ekonomi sekaligus mendukung upaya pencegahan narkoba secara konsisten.

Melalui program ini, Kelurahan Kampung Laut/Tanjung Solok diharapkan mampu berkembang menjadi lingkungan yang memiliki aktivitas ekonomi produktif, kehidupan sosial yang sehat, dan komitmen bersama untuk menolak penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Perubahan yang ingin dicapai tidak hanya berkaitan dengan penurunan tingkat kerawanan narkoba, tetapi juga mencakup tumbuhnya inisiatif usaha lokal, meningkatnya keterlibatan masyarakat, serta terciptanya ruang yang mendukung kreativitas dan perkembangan generasi muda.

BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dan mengambil bagian dalam mewujudkan Kampung Laut/Tanjung Solok sebagai kampung yang produktif, mandiri, dan Bersinar (Bersih Narkoba).

Dengan mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi kreatif, edukasi, ketahanan keluarga, dan kolaborasi lintas sektor, transformasi kawasan rawan narkoba diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Sebab, menjaga lingkungan dari ancaman narkoba bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi penerus bangsa.

War on Drugs, War on Drugs for Humanity — Bersama Wujudkan Kampung Produktif dan Bersinar! (Red)

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-includes/functions.php:5581) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 455
Dari Kawasan Rawan Menuju Kampung Produktif, BNNK Tanjung Jabung Timur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kreatif - Seputar Jambi
Rabu, Oktober 28, 2026

Dari Kawasan Rawan Menuju Kampung Produktif, BNNK Tanjung Jabung Timur Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Pembangunan lingkungan yang aman dan bebas narkoba membutuhkan lebih dari sekadar upaya pencegahan dan penegakan hukum. Penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesadaran sosial, serta keterlibatan aktif warga menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan lingkungan terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Semangat tersebut diwujudkan melalui program Transformasi Tata Kelola Kawasan Rawan Narkoba melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dalam Mendukung Program Desa Bersinar di Kelurahan Kampung Laut/Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Program ini diarahkan untuk mendorong perubahan kawasan yang memiliki kerawanan narkoba menjadi lingkungan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Kepala BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur, AKBP Kristian Adi Wibawa, S.P., M.H., menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Upaya mewujudkan kampung bersih narkoba dinilai perlu dibangun melalui kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai kelompok sosial yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Pemberdayaan ekonomi kreatif menjadi salah satu pendekatan untuk membuka peluang baru bagi masyarakat. Pengembangan keterampilan, optimalisasi potensi lokal, pendampingan usaha, dan penumbuhan semangat kewirausahaan diharapkan mampu mendorong lahirnya aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi, tetapi juga didorong agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Ketersediaan ruang bagi kegiatan positif menjadi penting, terutama bagi generasi muda, agar mereka dapat menyalurkan kreativitas, membangun kemandirian, dan meraih peluang masa depan tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Pemberdayaan ekonomi juga diharapkan dapat memperkuat fondasi sosial masyarakat. Ketika warga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui kegiatan yang bermanfaat, terbuka pula peluang untuk membangun lingkungan yang lebih peduli, saling mendukung, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Selain penguatan ekonomi, edukasi mengenai bahaya narkotika tetap menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program. Pemahaman masyarakat perlu terus ditingkatkan, mulai dari mengenali dampak penyalahgunaan narkoba hingga menumbuhkan kepedulian terhadap potensi peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.

Keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan melindungi generasi muda. Komunikasi yang terbuka, pengawasan yang proporsional, serta pendampingan terhadap aktivitas anak dan remaja dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga. Di sisi lain, tokoh masyarakat dan pemuda diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan warga.

Partisipasi masyarakat juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap kondisi lingkungan, keberanian melaporkan dugaan tindak pidana melalui saluran resmi, serta dukungan terhadap kegiatan pencegahan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

Transformasi kawasan rawan narkoba memerlukan tata kelola yang partisipatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi fondasi untuk memastikan bahwa program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata.

Keterlibatan warga dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan menjadi unsur penting dalam membangun rasa memiliki terhadap program. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil peran sebagai pelaku utama perubahan, bukan sekadar penerima manfaat.

Keberhasilan program juga perlu didukung oleh pengembangan usaha masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta evaluasi terhadap perkembangan partisipasi warga dan kondisi lingkungan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat dampak pemberdayaan ekonomi sekaligus mendukung upaya pencegahan narkoba secara konsisten.

Melalui program ini, Kelurahan Kampung Laut/Tanjung Solok diharapkan mampu berkembang menjadi lingkungan yang memiliki aktivitas ekonomi produktif, kehidupan sosial yang sehat, dan komitmen bersama untuk menolak penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Perubahan yang ingin dicapai tidak hanya berkaitan dengan penurunan tingkat kerawanan narkoba, tetapi juga mencakup tumbuhnya inisiatif usaha lokal, meningkatnya keterlibatan masyarakat, serta terciptanya ruang yang mendukung kreativitas dan perkembangan generasi muda.

BNN Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen dan mengambil bagian dalam mewujudkan Kampung Laut/Tanjung Solok sebagai kampung yang produktif, mandiri, dan Bersinar (Bersih Narkoba).

Dengan mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi kreatif, edukasi, ketahanan keluarga, dan kolaborasi lintas sektor, transformasi kawasan rawan narkoba diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Sebab, menjaga lingkungan dari ancaman narkoba bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi penerus bangsa.

War on Drugs, War on Drugs for Humanity — Bersama Wujudkan Kampung Produktif dan Bersinar! (Red)

Discussion about this post

Recent News