MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak melakukan pemeriksaan awal terhadap kapal tanker MT Nurhasana V yang mengalami ledakan di kamar mesin pada Rabu siang lalu sekitar pukul 14.30 WIB.
Kepala KSOP Kelas IV Muara Sabak, Capt. H. Boyke Aries Sonath, mengatakan pemeriksaan awal belum dapat dilakukan secara maksimal karena sejumlah kru yang berada di lokasi kejadian masih menjalani perawatan di RSUD Nurdin Hamzah, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Pemeriksaan awal sudah kami lakukan, namun belum maksimal karena kejadian berada di kamar mesin dan beberapa korban yang merupakan kru bagian mesin masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Boyke.
Berdasarkan pengecekan awal di duga ada aktivitas pengelasan di dalam kamar mesin sebelum kejadian. Namun, Boyke menegaskan dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
“Namun, ini masih menjadi bahan pemeriksaan selanjutnya karena kru yang berada langsung di tempat kejadian masih menjalani perawatan,” jelasnya.
Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian kapal. Boyke menyebut bagian mesin utama dan generator mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, sebuah ventilasi yang menghubungkan kamar mesin dengan bagian dek tertinggi di belakang anjungan juga mengalami kerusakan akibat tekanan ledakan.
Kerusakan turut ditemukan pada salah satu kamar anak buah kapal (ABK) di dek paling bawah, termasuk kaca kamar yang pecah. Bagian dapur serta sejumlah area di dek ketiga juga mengalami kerusakan.
“Mesin kapal dan generator mengalami kerusakan parah. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan kapal akan cukup lama berada di sini karena membutuhkan penanganan dan perbaikan,” katanya.
Untuk memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi, KSOP Kelas IV Muara Sabak telah menerbitkan Notice to Mariners atau berita pelaut. Pemberitahuan tersebut ditujukan kepada para nakhoda dan pengguna alur pelayaran agar menghindari keberadaan MT Nurhasana V, khususnya pada malam hari.
“Kondisi kelistrikan kapal mengalami kerusakan sehingga pada malam hari kapal tidak memiliki penerangan. Karena itu, kami menerbitkan Notice to Mariners agar para pelaut dapat mengetahui dan menghindari kapal tersebut,” ujar Boyke.
Saat ini, MT Nurhasana V berada di kawasan Teluk Majelis, dekat Stasiun Pandu Perindo. KSOP Muara Sabak juga membentuk tim yang secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi kapal.
“Kami memiliki kapal kelas lima yang dapat digunakan untuk melakukan patroli. Insyaallah setidaknya sehari sekali kami akan memantau kondisi terkini MT Nurhasana V,” katanya.
Terkait aspek keselamatan kapal, Boyke mengatakan berdasarkan pemeriksaan terhadap dokumen dan sertifikat keselamatan yang dimiliki, seluruh sertifikat MT Nurhasana V masih berlaku.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan secara acak terhadap sejumlah peralatan keselamatan di atas kapal dan mendapati peralatan tersebut masih dalam kondisi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau melihat dari sertifikat keselamatan yang ada pada kami, seluruhnya masih berlaku. Tadi kami juga melakukan pemeriksaan secara acak terhadap peralatan keselamatan dan semuanya masih berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, ledakan tersebut mengakibatkan lima kru kapal mengalami cedera. Saat mendatangi RSUD Nurdin Hamzah, KSOP Muara Sabak mendapati tiga korban masih menjalani perawatan di ruang rawat, sedangkan dua korban lainnya, yakni kepala kamar mesin dan seorang juruminyak atau oiler, telah menjalani tindakan operasi.
Boyke mengatakan kondisi sebagian korban mengalami luka cukup serius. Ia berharap seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis dan dapat pulih seperti sediakala.
“Kami mendoakan seluruh korban segera diberikan kesehatan dan keluarga mereka diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.
KSOP Muara Sabak juga telah meminta kepastian kepada agen kapal terkait jaminan penanganan medis dan dukungan bagi keluarga korban.
Boyke menyampaikan pihak pemilik kapal telah memberikan komitmen untuk bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan korban hingga dinyatakan pulih. Selain itu, hak berupa gaji kru tetap akan dibayarkan seperti biasa selama proses penanganan berlangsung.
“Alhamdulillah, jawabannya sangat positif. Kami sudah menerima surat dari pihak pemilik kapal yang menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap biaya medis dan gaji para kru tetap dibayarkan seperti biasa,” katanya.
Dalam insiden tersebut, terdapat pula tiga orang anak magang di kapal dan salah satunya turut menjadi korban.
KSOP Muara Sabak memastikan pemantauan terhadap kondisi kapal dan korban akan terus dilakukan, sembari menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti ledakan di kamar mesin MT Nurhasana V.(red)
Discussion about this post