MUARASABAK,(Seputar Jambi) — Menjaga kanal, parit, sungai dan tanggul bukan sekadar pekerjaan rutin bagi Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada jaringan perairan, kondisi infrastruktur tersebut turut menentukan kelancaran berbagai aktivitas dan fungsi wilayah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI atas dukungan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air yang terus dilakukan di wilayah Tanjabtim.
Melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) BWSS VI, kegiatan seperti tebas bayang, perawatan tanggul hingga pembersihan aliran kanal secara rutin dilakukan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi.
Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata, terutama mengingat karakteristik geografis Tanjabtim yang sebagian besar wilayahnya memiliki jaringan parit, kanal dan sungai.
“Saya Hj. Dillah Hikmah Sari, Bupati Tanjung Jabung Timur, mengucapkan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera VI atas kegiatan rutin, yaitu tebas bayang dari Satker OP di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.”
Menurut Dillah, dukungan BWSS VI tetap patut diapresiasi meskipun pelaksanaan pemeliharaan pada 2026 menghadapi keterbatasan anggaran.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya perawatan tanggul dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun, pada 2026 kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera VI dengan keterbatasan anggaran di tahun 2026, yang mana biasanya kegiatan perawatan tanggul tersebut dilaksanakan tiga kali dalam setahun, namun di tahun 2026 hanya dapat melaksanakan dua kali dalam setahun.”
Pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di Tanjabtim juga memiliki sisi lain yang tak kalah penting. Pelaksanaannya dilakukan melalui pola swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur air. Sebab, keberadaan kanal, parit dan tanggul bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya.
Dengan adanya pemeliharaan secara berkala, saluran air diharapkan tetap berfungsi dengan baik dan lingkungan sekitar dapat terjaga.
Bupati Dillah berharap kegiatan pemeliharaan tersebut tidak berhenti pada program rutin, tetapi dapat terus berlanjut dengan volume dan cakupan yang lebih luas.
“Harapan saya, semoga kegiatan ini terus berjalan di wilayah kami dan dapat diperpanjang lagi volume kegiatannya. Karena geografis wilayah kami sebagian besar adalah parit dan sungai.”
Ia menegaskan, kanal, parit dan sungai memiliki peranan penting bagi masyarakat Tanjabtim. Oleh sebab itu, pemeliharaan secara berkesinambungan diperlukan agar fungsi saluran air tetap terjaga.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan wilayah kami.”
Pemkab Tanjabtim pun berharap sinergi bersama BWSS VI dapat semakin diperkuat. Dengan kerja sama tersebut, pemeliharaan tanggul dan pembersihan kanal diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak wilayah.
Bagi Tanjabtim, wilayah yang sebagian besar memiliki karakter kawasan perairan dan jaringan sungai serta kanal, merawat infrastruktur air bukan hanya soal menjaga saluran tetap bersih. Lebih dari itu, pemeliharaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi wilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.(red)
Discussion about this post