MUARASABAK,(Seputar Jambi)-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dinas Kesehatan Tanjabtim mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara dipenuhi asap.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Nasrul Diman, mengatakan paparan asap akibat karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Kalau kemarau panjang disertai pencemaran udara akibat kebakaran hutan, kejadian dan kesakitan ISPA pasti meningkat di daerah yang terdampak asap,” kata Nasrul Diman.
Meski demikian, Nasrul menyebut kondisi kasus ISPA di Tanjabtim saat ini masih dalam batas normal. Berdasarkan laporan dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, belum terlihat adanya peningkatan kasus yang signifikan akibat kabut asap.
“Laporan dari fasilitas kesehatan masih di angka normal. Ada penurunan dan ada kenaikan, tetapi kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam angka yang normal,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanjabtim, total kasus ISPA yang tercatat pada periode Minggu ke-29 hingga Minggu ke-33 tahun 2026 mencapai 1.898 kasus. Pada Minggu ke-29 tercatat 368 kasus. Jumlah tersebut turun menjadi 331 kasus pada Minggu ke-30.
Kasus kemudian mengalami peningkatan pada Minggu ke-31 dengan 422 kasus. Selanjutnya, angka tersebut kembali turun menjadi 380 kasus pada Minggu ke-32 dan 365 kasus pada Minggu ke-33. Dengan demikian, kasus ISPA selama lima minggu tersebut tercatat sebagai berikut,
Minggu ke-29: 368 kasus
Minggu ke-30: 331 kasus
Minggu ke-31: 422 kasus
Minggu ke-32: 380 kasus
Minggu ke-33: 365 kasus
Total: 1.898 kasus
Nasrul mengatakan ISPA tidak hanya disebabkan oleh kabut asap. Penyakit tersebut dapat terjadi pada berbagai kondisi dan musim, baik kemarau maupun hujan.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi udara di Tanjabtim saat ini berada pada kategori sedang. Sebelumnya, kualitas udara sempat masuk kategori tidak sehat, namun kemudian kembali membaik.
Dinas Lingkungan Hidup juga rutin menyampaikan laporan perkembangan kondisi ISPU kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kualitas udara kembali memburuk.
Nasrul mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
“Kalaupun beraktivitas di luar rumah, sebaiknya memakai masker. Pantau pola hidup sehat, banyak minum air putih, tidur dan istirahat yang cukup, serta banyak makan buah,” imbaunya.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga waktu istirahat dan mengonsumsi buah-buahan. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun gangguan pernapasan lainnya diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Tanjabtim terus memantau perkembangan kasus ISPA dan kondisi kualitas udara sebagai langkah antisipasi terhadap dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.(Red)
Discussion about this post