MUARASABAK,(Seputar Jambi) – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) yang dikerjakan PT Sasmito kini telah mencapai progres 100 persen.
![]()
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (12/9/2026), seluruh bangunan gedung beserta sarana dan prasarana pendukung sekolah telah rampung dikerjakan. Saat ini, aktivitas pekerja di lokasi lebih difokuskan pada penyelesaian sejumlah pekerjaan perbaikan berdasarkan hasil checklist dari pihak Pekerjaan Umum (PU) dan Manajemen Konstruksi (MK).
Site Manager PT Sasmito, Jaka, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pembangunan SRT I Tanjab Timur telah mencapai 100 persen.
“Betul sudah 100 persen, Mas. Di lapangan tinggal perbaikan-perbaikan dari checklist kemarin dengan PU dan MK,” ujar Jaka.
Pembangunan SRT I Tanjab Timur merupakan bagian dari program pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Proyek tersebut mulai dikerjakan PT Sasmito sejak penandatanganan kontrak pada 4 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender. Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Khusus pembangunan SRT I Tanjab Timur, lokasinya berada di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai. Sekolah tersebut dirancang sebagai sekolah terpadu untuk jenjang SD, SMP hingga SMA dan memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa.
Untuk pembangunan dua Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi, nilai kontrak keseluruhan tercatat sebesar Rp446.496.498.000. Sementara itu, nilai kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur disebut mencapai sekitar Rp223 miliar.
Dalam perjalanannya, pekerjaan pembangunan sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan yang cukup menantang karena berada di kawasan dengan karakter tanah yang memerlukan proses pematangan sebelum pekerjaan konstruksi dapat dilakukan. Meski demikian, PT Sasmito terus melakukan percepatan pekerjaan di lapangan.
Progres pembangunan kemudian terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Sejumlah fasilitas utama dan sarana pendukung sekolah bahkan telah disiapkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027.
SRT I Tanjab Timur sendiri telah mulai dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan. Pada akhir Juli 2026, sebanyak 270 siswa tercatat mengikuti kegiatan awal tahun ajaran di lingkungan sekolah tersebut.
Dengan rampungnya pekerjaan fisik hingga 100 persen, PT Sasmito kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan minor berdasarkan hasil pemeriksaan dan checklist dari PU serta Manajemen Konstruksi sebelum seluruh pekerjaan dinyatakan tuntas secara keseluruhan.
Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi merupakan bagian dari program pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dua lokasi pembangunan di Jambi tersebut masing-masing dirancang sebagai sekolah terpadu dengan jenjang SD, SMP dan SMA.
Discussion about this post