Rabu, Oktober 21, 2026

Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dua Dusun di Geragai Masih Andalkan Diesel

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  — Puluhan kepala keluarga di Dusun Suka Jaya, RT 017, dan Dusun Geragai, RT 08, Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga kini masih belum menikmati penerangan listrik dari PLN.

Sekitar 40 kepala keluarga di dua dusun tersebut masih mengandalkan mesin diesel atau genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari. Kondisi itu disebut warga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kepala Dusun Suka Jaya, Samsiah, S.Pd., mengatakan usulan pemasangan jaringan listrik sebenarnya telah beberapa kali disampaikan. Proposal bahkan telah diajukan sejak 2020 dan kembali diusulkan pada 2025. Pada Februari 2026, warga kembali menyampaikan usulan tersebut.

Menurut Samsiah, pihak PLN juga disebut telah melakukan survei ke lokasi. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut berupa pembangunan jaringan listrik.

“Harapan besar kami, mudah-mudahan pihak PLN dan pemerintah bisa masuk ke sini dan melihat masih ada warga yang belum mendapatkan penerangan,” ujar Samsiah.

Warga mengatakan jarak permukiman dengan jaringan listrik yang sudah tersedia sekitar 2,5 kilometer. Meski relatif dekat, jaringan tersebut belum kunjung diarahkan hingga ke permukiman warga.

Selama ini, warga menggunakan diesel dan genset untuk penerangan pada malam hari. Sebagian warga bahkan harus menghidupkan genset hanya beberapa jam karena keterbatasan bahan bakar.

“Biasanya mulai jam 6 sore dan mati sekitar jam 9 malam. Bahan bakarnya sekarang sulit didapat, selain mahal juga langka,” ungkap Samsul salah seorang warga.

Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Ketika penerangan dari genset tidak tersedia atau mengalami kerusakan, anak-anak terpaksa belajar menggunakan senter atau lilin.

Di tengah kebutuhan penggunaan perangkat elektronik untuk pendidikan, seperti telepon seluler, keterbatasan listrik juga menjadi kendala tersendiri bagi warga.

“Di era digital seperti sekarang, anak sekolah membutuhkan ponsel dan energi listrik. Tetapi untuk mendapatkan penerangan saja kami masih kesulitan,” kata warga lainnya.

Warga juga berharap perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap kondisi tersebut. Terlebih, mereka menyebut lokasi dua dusun tersebut berada di wilayah Ring 1 operasional PetroChina.

Warga berharap keberadaan perusahaan di sekitar wilayah mereka dapat turut menjadi perhatian, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dan terutama pihak PetroChina bisa melihat kondisi kami. Kami berada di Ring 1, dan lokasinya juga tidak begitu jauh dari pusat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar warga.

Masyarakat berharap pemasangan jaringan listrik segera direalisasikan agar puluhan keluarga di dua dusun tersebut dapat menikmati penerangan yang lebih layak dan mendukung aktivitas pendidikan maupun ekonomi warga pada malam hari.(Red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News


Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-includes/functions.php:5581) in /home/u1579291/public_html/seputarjambi.net/wp-content/plugins/wp-fastest-cache/inc/cache.php on line 455
Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dua Dusun di Geragai Masih Andalkan Diesel - Seputar Jambi
Rabu, Oktober 21, 2026

Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dua Dusun di Geragai Masih Andalkan Diesel

MUARASABAK,(Seputar Jambi)  — Puluhan kepala keluarga di Dusun Suka Jaya, RT 017, dan Dusun Geragai, RT 08, Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga kini masih belum menikmati penerangan listrik dari PLN.

Sekitar 40 kepala keluarga di dua dusun tersebut masih mengandalkan mesin diesel atau genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari. Kondisi itu disebut warga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kepala Dusun Suka Jaya, Samsiah, S.Pd., mengatakan usulan pemasangan jaringan listrik sebenarnya telah beberapa kali disampaikan. Proposal bahkan telah diajukan sejak 2020 dan kembali diusulkan pada 2025. Pada Februari 2026, warga kembali menyampaikan usulan tersebut.

Menurut Samsiah, pihak PLN juga disebut telah melakukan survei ke lokasi. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut berupa pembangunan jaringan listrik.

“Harapan besar kami, mudah-mudahan pihak PLN dan pemerintah bisa masuk ke sini dan melihat masih ada warga yang belum mendapatkan penerangan,” ujar Samsiah.

Warga mengatakan jarak permukiman dengan jaringan listrik yang sudah tersedia sekitar 2,5 kilometer. Meski relatif dekat, jaringan tersebut belum kunjung diarahkan hingga ke permukiman warga.

Selama ini, warga menggunakan diesel dan genset untuk penerangan pada malam hari. Sebagian warga bahkan harus menghidupkan genset hanya beberapa jam karena keterbatasan bahan bakar.

“Biasanya mulai jam 6 sore dan mati sekitar jam 9 malam. Bahan bakarnya sekarang sulit didapat, selain mahal juga langka,” ungkap Samsul salah seorang warga.

Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Ketika penerangan dari genset tidak tersedia atau mengalami kerusakan, anak-anak terpaksa belajar menggunakan senter atau lilin.

Di tengah kebutuhan penggunaan perangkat elektronik untuk pendidikan, seperti telepon seluler, keterbatasan listrik juga menjadi kendala tersendiri bagi warga.

“Di era digital seperti sekarang, anak sekolah membutuhkan ponsel dan energi listrik. Tetapi untuk mendapatkan penerangan saja kami masih kesulitan,” kata warga lainnya.

Warga juga berharap perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap kondisi tersebut. Terlebih, mereka menyebut lokasi dua dusun tersebut berada di wilayah Ring 1 operasional PetroChina.

Warga berharap keberadaan perusahaan di sekitar wilayah mereka dapat turut menjadi perhatian, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dan terutama pihak PetroChina bisa melihat kondisi kami. Kami berada di Ring 1, dan lokasinya juga tidak begitu jauh dari pusat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar warga.

Masyarakat berharap pemasangan jaringan listrik segera direalisasikan agar puluhan keluarga di dua dusun tersebut dapat menikmati penerangan yang lebih layak dan mendukung aktivitas pendidikan maupun ekonomi warga pada malam hari.(Red)

Next Post

Discussion about this post

Recent News